Pramuka kwartir cabang kota surakarta>

Corona Mewabah, Ini yang Dilakukan Pramuka Solo

Tim Disinfeksi Pramuli Kota Solo untuk memerangi Pandemi Covid-19 | Nino Savitara

SATUAN TUGAS Covid-19 Pramuka Peduli Kwarcab Surakarta, terus bergerak bekerja sama dengan semua elemen untuk memerangi Pandemi Corona di Kota Solo. Sejak Minggu (26/4/2020) mereka ikut bertugas menyiapkan ransum untuk warga yang dikarantina di tiga tempat.

“Mulai hari ini, 10 orang hadir di Kantor Dinas Sosial Kota Solo untuk memasak makanan, bersama Tagana dan elemen relawan lain. Dalam sehari kami memasak beberapa kali termasuk untuk berbuka dan sahur, karena ini memasuki bulan Puasa,” ujar Defano, salah satu personel Pramuli.

Dipaparkan, dapur umum di Kantor Dinas Sosial memasok kebutuhan ransum untuk tiga tempat karantina meliputi warga yang diisolasi berikut petugas yang melayani.

Ada tiga tempat karantina yang saat ini sudah aktif. Gedung Graha Wisata Niaga Jalan Slamet Riyadi mampu menampung 122 orang, Dalem Joyokusuman di Gajahan mampu menampung 69 orang dan Dalem Priyosuhartan di Jalan Perintis Kemerdekaan berdaya tampung 36 orang.

“Kalau semua penuh, kabarnya tempat karantina akan ditambah. Dan tentu bertambah jumlah yang harus dilayani,” tutur Defano.

Andalan Kwarcab untuk Pramuka Peduli, Riptono menambahkan, selama Satgas Covid-19 dibentuk sejak 1 April lalu sudah ada beberapa kegiatan melawan pandemi yang sampai sekarang terus berlangsung.

Langkah pertama pembentukan tim disinfeksi yang melayani masyarakat untuk penyemprotan disinfektan secara gratis di permukiman, sekolah atau tempat ibadah. Hingga saat ini sudah ada sekitar 25 permintaan yang dilayani.

Kedua pengerahan personel untuk membantu Pemerintah Kota mengemas sembako yang akan dibagikan kepada warga terdampak pandemi. Setiap hari, tidak kurang 60 anggota Pramuka dari berbagai pangkalan, bergilir mengemas paket sembako yang total berjumlah 40.000 paket.

Di luar sembako dari Pemerintah Kota, Kwarcab juga mengadakan 200 paket sembako untuk dibagikan kepada warga, dengan prioritas mereka yang belum mendapat bantuan dari pemerintah karena berbagai alasan.

 Terakhir adalah tugas memasak dan mendistribusikan ransum makanan berupa nasi boks. Tugas seperti ini sebelumnya pernah dilakukan sebelum Satgas Covid-19 terbentuk, Maret lalu Pramuka Peduli membantu Tagana Dinas Sosial memasak untuk 15 warga Kedungtungkul, Jebres yang diisolasi di rumah karena beberapa warga di sana diketahui positif tertular virus Corona.



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*