Pramuka kwartir cabang kota surakarta>

Kak Rudy Undang Pramuka Berkemah di Bantaran Bengawan Solo

Hadi Rudyatmo
Sesepuh Pramuka Solo, FX Hadi Rudyatmo (berbaju merah) menyambut kedatangan tim Kwarcab Solo yang akan bekerja bakti membersihkan bantaran Bengawan Solo | Heningtyas Wahyujati

Pramuka Solo – Meski sudah melepaskan jabatan Kamabicab, FX Hadi Rudyatmo masih sesepuh gerakan pramuka di Kota Solo. Kak Rudy, kemarin menyatakan masih terus mendukung kegiatan pramuka. Bahkan mempersilakan Pramuka Solo untuk berkemah di bantaran Bengawan Solo dekat rumahnya.

“Bantaran sungai ini sudah ditata agar Bengawan Solo tidak meluap membanjiri Kota. Tepian sungai sudah dirapikan dengan parapet, lalu lahan bantaran ini saya bersihkan agar masyarakat bisa menikmatinya. Terimakasih untuk Pramuka Solo hari ini kerja bakti ikut bersih-bersih di sini,” tutur Rudy, Jumat (26/11/2021).

Kegiatan kerja bakti resik-resik kali, diadakan Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarcab Kota Surakarta. Sekitar seratusan pramuka, hadir di Pucangsawit dan melakukan kerja bakti, dipimpin Ketua Harian Said Romadhon dan Waka Bidang Abdimas, Gatot Sutanto.

Saat berbincang di sela kerja bakti, Rudy menyebut kecintaannya para pramuka tidak terbatas saat dirinya masih menjabat Wali Kota atau Kamabicab. Saat ini, dirinya sebagai ketua Parpol yang punya akses kuat ke DPRD, tetap siap membantu, misalnya dengan anggaran yang lebih baik.

Kerja bakti di Taman Jaga Kali, Pucangsawit, Jumat (26/11/2021) | Heningtyas Wahyujati

“Silakan juga kalau mau berkegiatan di Taman Jaga Kali ini. Boleh kalau mau latihan di ruang terbuka atau kemah di sini juga boleh. Ini bantaran sungai, tanahnya milik pemerintah. Tapi saya bersihkan, saya tanami macam-macam supaya masyarakat bisa menikmati,” tutur Kak Rudy.

Taman Jaga Kali menempati lahan sepanjang kira-kira 1.000 meter di tepi sungai, dengan lebar lebih dari 10 meter. Rudy tak hanya menanam pohon, tapi juga menempatkan beberapa properti seperti sumur pantek, toilet dan shelter-shelter untuk berteduh.

“Ya, terus terang beberapa pakai barang bekas milik Pemkot, yang sudah dibuang saya tampung. Seperti shelter itu bekas halte bus, saya minta terus saya las sendiri, dicat ulang sudah jadi bagus. Itu juga kerudung lampu, bekas dari Ngarsapura,” imbuhnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*